SELAMI SARKASME CANTIK DALAM FILM WICKED (2024)

SHARE

 

Picture

   Wicked berhasil membawa kembali nuansa penuh pesona panggung broadway ke dalam kemegahan layar lebar. Film yang tayang pada tahun 2024 ini menampilkan dua tokoh sentral, yaitu Elphaba dan Glinda yang tidak hanya berhasil membangun visual dan vokal yang ciamik lewat lagu dan narasi dalam film, tapi juga menyajikan ucapan yang sarat akan makna. Narasi yang hadir pada film tersebut menawarkan situasi penuh intrik dan ketegangan, namun dibungkus dengan ujaran positif. Dengan intonasi ceria, ironi, bahkan sindiran sosial yang membuat setiap percakapan yang dihadirkan terasa lebih dalam dan tajam. 

   Hadirnya sindiran dalam film Wicked (2024) bukan tanpa sebab. Ini merupakan suatu upaya ganda, yang mana sarkasme dihadirkan untuk menambahkan bumbu humor agar cerita di dalam film tersebut dapat diterima khalayak luas dan tetap segar walaupun diangkat dari kisah klasik dunia Oz. Selain itu, sarkasme juga berfungsi sebagai bentuk sindiran halus untuk menyinggung isu sosial, gender, diskriminasi, hingga politik, namun dikemas dengan kata- kata yang manis jika didengar dari luar, namun tajam dan efektif jika diselami lebih jauh. Salah satu sindiran yang patut kita soroti adalah sindiran yang dilakukan oleh Glinda, sang putri sempurna kebanggaan semua orang karena kecantikan dan popularitasnya, khususnya pada ujaran yang ditujukan untuk Elphaba yang banyak sekali mengandung isu sosial dan ketimpangan kuasa secara tersirat. 

 

GLINDA: SI MERAH MUDA YANG POPULER 

 

   Gadis yang ciri khasnya adalah pakaiannya yang serba wana merah muda ini merupakan salah satu karakter utama yang membawa kesan kontras baik secara visual maupun kepribadian jika dibandingkan dengan Elphaba Thropp. Glinda dikenal banyak orang sebagai gadis yang cantik, glamor, elegan, dan penuh keceriaan. Namun, dibalik citranya yang baik di mata semua orang, Glinda justru berlaku baik memang agar dirinya selalu menjadi pusat perhatiaan dan pujian. Di sepanjang film, Glinda digambarkan sebagai tokoh antagonis yang selalu berlawanan dengan Elphaba, khususnya saat dia ditolak oleh seorang guru yang paling dia kagumi dan justru Elphaba yang memenangkan perhatiannya.  

   Oleh karena itu, banyak konflik dimulai di dalam hubungan Elphaba dan Glinda terutama pada fase awal plot dimulai. Dengan banyaknya intrik, membuat sarkasme tidak bisa terhindarkan dari percakapan mereka. Sarkasme yang timbul merupakan suatu strategi komunikasi tidak langsung dengan menutupi makna asli dengan makna literalnya, sehingga seringkali ujarannya terdengar sebuah pujian namun makna aslinya justru sebaliknya. Kali ini kita akan mengenali sarkasme apa saja yang muncul dalam film Wicked (2024), khususnya yang dilakukan oleh si populer, Glinda. 

   Pada awal pertemuannya dengan Elphaba, dia terkejut melihat kondisi kulit hijau yang Elphaba miliki, yang  mana dianggapnya tidak biasa jika dibandingkan dengan orang lain. Setelah menjelaskan bahwa kondisi tubuh Elphaba tidak dalam pengaruh apapun dan kulit hijaunya sudah muncul sejak lahir, Glinda menyampaikan sarkasmenya dalam bentuk kalimat penuh empati yang sekaligus diskriminatif.  

 

“And this is my intention to major in sorcery, so if it’s some point you wanted to address the… problem” (00:16:24) 

   Dilihat dari ucapan Glinda tersebut, menurutnya kondisi kulit hijaunya Elphaba merupakan suatu masalah yang perlu dibenahi. Dia menyampaikan bahwa salah satu tujuannya untuk mengambil jurusan ilmu sihir adalah untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah, seperti kulit hijau Elphaba contohnya. Ini merupakan bentuk sarkasme berisi sindiran ironi yang mana Glinda secara tidak langsung menganggap kulit hijau Elphaba merupakan sesuatu yang aneh dan perlu dihindari. Namun, ucapan Glinda dibungkus dengan kalimat empati, sehingga ucapannya terdengar positif yang mana tujuannya hanya sekedar mendapatkan validasi dan pujian dari banyak orang.  

   Sarkasme selanjutnya muncul pada adegan di mana semua orang berkumpul untuk mengikuti sebuah kelas yang diampu oleh salah satu dosen yang merupakan professor hewan yang bisa bicara. Namun, karena kondisi biologisnya yang berbeda dari manusia membuatnya sedikit kesulitan untuk mengucapkan nama Galinda dengan benar, sehingga Glinda melakukan aksi protes ringan mengapa dosen tersebut sangat kesulitan untuk mengucapkan namanya dengan benar. Hal ini disambut oleh kritik tajam dari Elphaba yang menjelaskan bahwa kesalahan pengucapan bukanlah masalah, karena beberapa orang mungkin berbeda. Setelah mendengar kritik tersebut, Glinda memukul keras Elphaba menggunakan sarkasme yang cukup destruktif. 

 

“Well, it seems the artichoke is steamed” (00:40:10) 

   Jika ditelusuri melalui permukaan, makna dari ucapan Glinda tersebut terdengar netral. Ucapan Glinda berupa informasi yang mana artichoke (salah satu jenis sayuran) yang dikukus. Namun, nyatanya ucapan tersebut mengandung ungkapan yang memiliki intensi untuk menyerang lawan bicara. Dari ungkapan tersebut, ‘artichoke’ yang merupakan sayuran berwarna hijau yang secara simbolis mencerminkan Elphaba, kemudian ‘dikukus’ secara idiomatik bisa diartikan seseorang yang cepat marah. Ini artinya, Glinda secara halus sedang mengejek Elphaba bahwa dia adalah si hijau yang pemarah. Ini mengundang gelak tawa seisi kelas dan membuat Elphaba berada di kondisi yang memalukan.