MENGENAL JENIS-JENIS CODE-SWITCHING: DIBUTUHKAN ATAU SEKEDAR TREN?

SHARE

   Kalian pernah denger temen ngomong “Aku mau pulang aja deh, I’m not in the mood” atau “Siang ini, aku mau lunch bareng ya”? Kalau pernah, itu artinya kalian sudah berhadapan langsung dengan fenomena alih kode atau code-switching yang semakin melekat di kehidupan sehari-hari, bahkan sampai muncul istilah “Bahasa JakSel” yang diasumsikan sebagai bahasa yang keren karena stereotipe anak muda Jakarta Selatan sering mencampur bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Alih kode adalah kebiasaan seseorang melakukan peralihan bahasa dalam satu percakapan, baik secara verbal maupun tekstual, dengan fungsi beragam seperti memperlancar komunikasi, membuatnya lebih efisien, atau menimbulkan persepsi bahwa pelakunya pintar dan gaul. Alih kode bisa terjadi dengan bahasa apa saja selama ada dua bahasa dalam satu percakapan, namun kali ini kita akan membahas alih kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris beserta jenis-jenisnya. 

   Kebiasaan alih bahasa saat ini bukan lagi hanya sekedar variasi bahasa, tapi juga sudah menjadi fokus utama dalam berbagai penelitian.

   Penelitian yang dilakukan oleh Poplack (1980) adalah salah satu yang membahas alih kode sebagai topik utama. Poplack juga membuat klasifikasi alih kode untuk memudahkan kita mengenali tingkat kompleksitasnya dan bagaimana sebuah fenomena dapat dikenali seperti Bahasa JakSel yang sudah kita bahas sebelumnya. Jenis-jenis alih kode menurut Poplack di antaranya, berikut: 

   1. Tag-Switching

   Jenis alih kode tag-switching adalah alih kode yang menggunakan kata atau frasa singkat ke dalam sebuah kalimat tanpa merubah struktur kalimat utama. Tag-switching juga merupakan sebagai jenis alih kode yang paling fleksibel karena kata atau frasanya bisa ditaruh di semua bagian kalimat. Agar mempermudah penjelasan, mari simak contoh di bawah ini! 

Picture

   Ini adalah potongan adegan yang diambil dari video yang diunggah oleh channel Mata Najwa di platform YouTube. Pada pembahasannya, Najwa Shihab dengan Komisi III DPR RI. Pada menit ke 17, lawan tutur Najwa mengatakan “Ini bukan basa-basi, come on, Najwa”. Kita bisa lihat bahwa ini merupakan contoh alih kode tag-switching, yang mana Habiburokhman menggunakan frasa come on untuk menekankan dan mengonfirmasi pernyataan sebelumnya. Kita bisa lihat, tanpa merubah struktur kalimat utamanya yang berbahasa Indonesia, frasa come on mampu menghadirkan kesan penegasan dan penambahan ekspresi di dalam sebuah percakapan. 

   2. Inter-Sentential Switching

   Jika tag-switching adalah pergantian bahasa dalam bentuk kata atau frasa, maka inter-sentential switching adalah pergantian bahasa antar kalimat atau klausa. Orang yang memiliki kebiasaan melakukan alih kode ini biasanya adalah orang yang benar-benar menguasai dua bahasa tersebut. Penggunaan dari alih kode jenis ini memang lebih advance, karena mengharuskan penutur untuk menggabung dua bahasa dengan kedua struktur kalimatnya yang berdiri masing-masing. Agar lebih jelas, mari simak contoh berikut ini! 

C:\Users\Dentaloupe\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Screenshot_2025-09-03-10-59-07-316_com.google.android.youtube.jpg

   Pada cuplikan film berjudul Layangan Putus, terdapat adegan yang menampilkan sepasang suami-istri yakni Kinan dan Aris. Di saat konflik terjadi, Kinan tahu bahwa Aris mengajak wanita lain ke tempat yang paling Kinan ingin kunjungi. Kemudian, Kinan berkata  “Terus kamu bawa dia ke Cappadocia. It’s my dream, not her.” Sebagai bentuk kekecewaannya. Dari kalimat yang Kinan ucapkan, kita bisa mengetahui bahwa terdapat dua kalimat berbeda yang menggunakan dua bahasa berbeda pada masing-masing kalimatnya. Ini adalah contoh jenis alih kode inter-setential yang biasanya mudah dikenali karena memiliki perbedaan bahasa pada level kalimat atau klausanya. Jenis alih kode ini juga membutuhkan kontrol bahasa yang kuat untuk menggabungkan dua bahasa di dalam satu percakapan. 


   3. Intra-Sentential Switching

   Jenis alih kode ini dikenal sebagai jenis alih kode paling kompleks. Itu semua karena pergantian bahasa dilakukan di tengah-tengah kalimat tanpa merubah struktur kalimat, sehingga dua bahasa bisa saling bersinergi dalam satu struktur kalimat yang utuh. Perubahan bahasanya bisa terjadi pada level kata, frasa, atau bahkan klausa, sehingga butuh kemampuan penguasaan bahasa yang tinggi karena membutuhkan struktur kalimat yang lebih rumit. Nah, jenis alih kode ini juga biasanya yang sering digunakan sebagai alih kode Bahasa JakSel yang sudah kita bahas sebelumnya. Mari simak contohnya! 

 

Picture

   Ini merupakan salah satu adegan video Youtube yang diambil dari akun official Boy William di episode 42. Pada menit ke 00:31, kita sudah bisa melihat alih kode intra-setential switching di dalam video ini dan kita bisa menyoroti apa yang dikatakan oleh Cinta Laura. Saat Boy William menanyakan kabarnya, lalu dia menjawab “Kita berdua kan orangnya lumayan similar ya. Kita orang yang sangat hands-on dengan kerjaan kita”. Pada kalimat pertama dan kedua, jelas Cinta Laura menggunakan dua bahasa ditandai dengan kata similar dan frasa hands-on sebagai bahasa keduanya, namun tidak merubah struktur kalimat utamanya. Hal ini cukup kompleks, yang mana jenis alih kode ini membutuhkan kemampuan dua bahasa yang baik sehingga mampu menggabungkan dua bahasa dalam satu struktur kalimat yang sama tanpa ada kesan canggung. 

 

 

   Dari apa yang sudah kita bahas, alih kode atau code-switching itu dibutuhkan atau hanya sekedar tren saja? Dalam kasus ini, dua-duanya bisa saja, tergantung dari perspektif mana kita melihat alih kode ini. Di wilayah yang masyarakatnya sudah terbiasa bilingual, tidak harus bahasa Inggris pastinya, bisa saja alih kode adalah sesuatu hal yang memang dibutuhkan dan merupakan sebuah fenomena alami. Jadi, di sebagian wilayah memang alih kode adalah sebuah strategi komunikasi. Di sisi lain, khususnya pada fenomena Bahasa JakSel, alih kode biasanya dianggap suatu tren tertentu yang bisa mencerminkan identitas sosial. Bagi sebagian orang, dengan menggunakan Bahasa JakSel, maka akan terlihat lebih gaul, modern, atau agar dianggap sebagai bagian dari komunitas tertentu. Gaya bahasa kekinian seperti itu bisa saja dipengaruhi oleh media digital seperti musik, drama, atau yang lainnya. Jika alih kode sebagai tren, biasanya kata-kata populer dengan cepat datang dan pergi sesuai zaman. Kalau buat kamu, alih kode itu kebutuhan atau tren? 

Source: 

Poplack, S. (1980). Sometimes I’ll start a sentence in Spanish y termino en español: Toward a typology of code-switching. Linguistics, 18(7/8), 581–618.  

Channel YouTube Mata Najwa. (2020, Oktober 5). Najwa Shihab dengan Komisi III DPR RI. [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/@MataNajwa  

MD Entertainment. (2021). Layangan Putus [Serial televisi]. WeTV Indonesia.

Boy William. (2022, Juni 14). Nebeng Boy with Cinta Laura (Episode 42). [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/@BoyWilliam