3 Aplikasi yang Bakal Improve Bahasa Mandarin Kamu

SHARE

      Mempelajari bahasa baru memang memiliki tantangan tersendiri mulai dari karakter Hanzi yang kompleks, sistem nada (tones) seperti lagu, dan struktur kalimat dan huruf yang berbeda dari bahasa Indonesia membuat orang harus belajar lebih agar bisa membaca cerita atau artikel dalam bahasa Mandarin. But luckily, kita hidup di era teknologi digital yang mana kita dapat menikmati aplikasi yang dapat mempercepat proses belajar dengan latihan yang terstruktur, materi yang lengkap, dan dilengkapi dengan fitur audio support agar kamu tahu cara menyebutkan kata tersebut dengan tepat. Jika kamu memakai aplikasi ini, proses belajar bahasa Mandarin kamu tidak hanya mudah, tetapi menyenangkan.  

      1. Du Chinese 

Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan membaca dan mendengar secara bersamaan, Du Chinese adalah pilihan tepat. Aplikasi ini menyediakan bacaan yang disesuaikan dengan level pembelajar—mulai dari pemula, menengah, hingga tingkat lanjut. Setiap teks dilengkapi audio dari penutur asli, dan kata-kata yang sedang dibacakan otomatis tersorot, jadi kamu bisa membaca sambil mendengarkan pengucapan yang benar. Salah satu fitur unggulannya adalah flashcards internal dengan sistem spaced repetition (SRS) yang membantu mengingat kosakata lebih efektif. Kamu bisa menandai kata atau frasa penting, lalu aplikasi akan mengulanginya di waktu tertentu agar lebih mudah dihafal. Materinya beragam, dari percakapan sederhana hingga cerita budaya populer, sehingga bukan hanya kosa kata yang bertambah, tapi juga pemahaman konteks penggunaan bahasa. Selain itu, aplikasi ini bisa digunakan offline asalkan kamu sudah mengunduh materi sebelumnya. 

 

      2. Hello Chinese 

Kalau tujuanmu adalah lancar berbicara dan mendengar percakapan sehari-hari, Hello Chinese sangat direkomendasikan. Aplikasi ini memang berfokus pada aspek speaking dan listening. Dengan fitur pengenalan suara (speech recognition), kamu bisa melatih pengucapan nada (tone) supaya terdengar lebih natural seperti penutur asli. Materinya juga disusun secara bertahap, mulai dari dasar sampai tingkat lanjutan. Ada latihan percakapan, mendengarkan dialog, sampai latihan menulis karakter Hanzi sederhana. Semua dirancang interaktif agar kamu tidak cepat bosan. Sama seperti Du Chinese, aplikasi ini bisa digunakan offline setelah materi diunduh, jadi tetap bisa belajar kapan saja meski tanpa internet. 

 

      3. Pleco 

Kalau dua aplikasi sebelumnya fokus ke latihan praktis, Pleco lebih dikenal sebagai kamus Mandarin–Inggris yang sangat lengkap. Tapi Pleco bukan sekadar kamus biasa. Ada fitur stroke order untuk menunjukkan urutan menulis Hanzi dengan benar, audio pengucapan, serta contoh kalimat agar kamu tahu cara penggunaan kata dalam konteks. Fitur lain yang sangat membantu adalah OCR (optical character recognition). Dengan kamera ponsel, kamu bisa memindai karakter Mandarin dari buku, papan, atau dokumen, lalu langsung tahu artinya. Tidak hanya itu, Pleco juga punya sistem flashcards internal, bahkan bisa disinkronkan dengan aplikasi flashcards eksternal seperti Anki. Dengan Pleco, setiap kali menemukan kata baru, kamu bisa segera memahaminya tanpa harus menunggu membuka kamus fisik. 

Belajar Mandarin memang menantang, tapi dengan bantuan aplikasi yang tepat, prosesnya bisa jadi lebih cepat dan menyenangkan. Du Chinese memperkuat kemampuan membaca dan mendengar lewat bacaan interaktif, Hello Chinese meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengar dengan latihan percakapan, sementara Pleco melengkapi kebutuhan kosakata dan pemahaman Hanzi secara mendalam. 

Dengan mengombinasikan ketiganya, kamu akan mendapatkan keseimbangan antara input (membaca dan mendengar) dan output (berbicara dan menulis). Perlu diingat, gunakan tiga aplikasi ini secara konsisten setiap hari walau hanya 10–15 menit. Dengan begitu, perjalananmu mempelajari Bahasa Mandarin akan terasa lebih praktis dan seru dengan hasil yang memuaskan.